BERAWAL DARI TEMUAN KERANGKA PENYU, KOMUNITAS CHELONIAN’S JAWARA GELAR KEMAH RISET DAN DISKUSI DI PANTAI PROBO, CARINGIN LABUAN

 

Disusun oleh :

Haydar Surya Pahlevi1, Khrisna Putra Ramadhan2, Nanda Rosi Pradita3, Muh. Herjayanto4

1Chelonian’s Jawara, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

2Prodi. Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

 

 

Menyusuri Pantai Probo


Pantai Probo yang terletak di Kecamatan Caringin, Labuan, Banten, menyimpan banyak cerita tentang kehidupan pesisir dan satwa laut. Hamparan pantai yang masih alami menjadikan kawasan ini menarik untuk dijadikan lokasi riset sekaligus diskusi konservasi.


Gambar 1. Peta titik lokasi Pantai Probo, Labuan

Foto: Google maps


Berawal dari cerita salah satu anggota tim yang merupakan warga Labuan, diketahui bahwa pernah ditemukan kerangka penyu di sekitar pantai tersebut. Informasi ini kemudian memunculkan rasa penasaran sekaligus menjadi alasan bagi komunitas konservasi Chelonian’s Jawara untuk melakukan observasi lapangan.



Diskusi Bersama Nelayan

Kegiatan dilakukan dengan berdiskusi langsung bersama nelayan di sekitar bibir pantai. Tim mencoba menggali informasi mengenai keberadaan penyu, jenis yang pernah ditemukan, hingga lokasi penemuannya.


Gambar 2. Wawancara serta diskusi dengan nelayan

Foto: Chelonian’s Jawara


Dari hasil wawancara, beberapa nelayan mengaku pernah menemukan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di wilayah sekitar Pantai Probo yang mengarah ke kawasan PLTU Pandeglang hingga Pantai Carita.

Sayangnya, tim belum berhasil menemukan kerangka penyu yang sebelumnya diinformasikan warga. Kondisi perkebunan yang cukup rapat serta arus laut yang kuat diduga menjadi penyebab kerangka tersebut sulit ditemukan kembali.



Penemuan yang Tak Terduga

Di tengah kegiatan riset, seorang nelayan lokal menghampiri tim dan menceritakan bahwa dirinya menemukan seekor hewan yang terjebak di jaring miliknya beberapa hari sebelumnya.

Saya menemukan hewan, namun tidak tahu jenisnya antara penyu atau kura-kura. Minggu lalu hewan itu terjebak di jaring dan saya simpan di rumah. Kalau kalian ingin lihat, saya akan antarkan,” ujar nelayan tersebut.

Mendengar informasi tersebut, tim segera mendatangi rumah nelayan untuk melakukan identifikasi.

Kura-Kura Ambon yang Dilindungi

Hasil analisis menunjukkan bahwa hewan tersebut merupakan Kura-kura Ambon (Cuora amboinensis), salah satu spesies yang memiliki status Endangered (EN) menurut IUCN.


Gambar 3. Kura-kura Ambon yang ditemukan oleh warga

Foto: Chelonian’s Jawara


Tim kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa tersebut dan menghimbau agar kura-kura dilepaskan kembali ke habitat alaminya.



Menjaga Alam Bersama

Kegiatan kemah riset dan diskusi ini bukan hanya tentang mencari data lapangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan satwa konservasi.

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, diharapkan muncul kepedulian bersama untuk melindungi penyu, kura-kura, serta keberlangsungan lingkungan pesisir di Pantai Probo.



Gambar 4. Tim Chelonian’s Jawara bersama Dosem Pembimbing kami, pak Muh. Herjayanto

Foto: Chelonian’s Jawara












Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form